Rujukan Wisata di ‘Kota Senja’ Pariaman

Posted on

‘The Sunset City of Indonesia’ atau ‘Kota Sunset di Indonesia’ menjadi promosi wisata baru di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Pemerintah setempat bakal memulai promosi itu bersama dengan menggelar panggung seni budaya Minang di tepi Pantai Kata, keliru satu pantai paling tenar di kota tersebut, pada Sabtu sore menjelang matahari terbenam.

Selain wisata kuliner dan wisata belanja, selanjutnya sejumlah daerah wisata yang bisa disambangi di Pariaman:
1. Pulau Kasiak

Pulau Kasiak berbentuk pulau kecil yang dikelilingi oleh air jernih bak biru turkis dan pasir halus berwarna putih. Berwisata ke Pulau Kasiak seperti berwisata ke pulau pribadi, gara-gara sepinya pengunjung.

Ombak di perairannya terbilang tenang, supaya turis bisa melaksanakan snorkeling bersama dengan aman. Banyak juga yang datang untuk memancing.

Pulau ini juga menjadi habitat Penyu Belimbing dan Penyu Sisik. Ada mercusuar di tengah pulau yang masih berfungsi hingga sekarang.

2. Pulau Ujung

Sama seperti namanya, letak pantai ini berada paling jauh dibandingkan pulau-pulau lainnya di Pariaman. Turis bisa menumpang perahu dari Pantai Gandoriah untuk bisa hingga ke sini. Durasi perjalanannya lebih kurang 20 menit.

Kegiatan snorkeling hingga memancing bisa dikerjakan di sini. Di pulau tak berpenghuni ini juga ada hutan yang ditumbuhi Pohon Aru dan Pohon Kelapa.

Selain wisatawan, pulau ini juga kerap didatangi nelayan yang tengah bersinggah sebelum memancing di laut lepas.3. Muara Mangguang

Saat sore hari banyak anak muda yang berkunjung ke pantai di Kecamatan Pariaman Utara ini untuk surfing. Ombaknya merupakan pertemuan arus laut dan arus sungai.

Selain Muara Mangguang, wilayah surfing lainnya di Pariaman ialah Muara Sunuah, Karang Sambareh (dekat Pulau Ujung), dan Pantai Gandoriah.

4. Batu Malin Kundang

Legenda Malin Kundang kabarnya nyata dan buktinya bisa diamati berbentuk pecahan batu di tepi Pantai Air Manis – atau Pantai Aia Manih sebut penduduk setempat.

Tak cuma batu yang tengah bersujud, terdapat pula pecahan batu lain yang dianggap dari kapal yang ditumpangi Malin Kundang.

Batu Malin Kundang yang asli udah hancur gara-gara benar-benar kerap dihantam ombak pasang. Saat ini batu yang tersisa udah dipugar bersama dengan semen.

5. Tapian Puti

Tapian Puti berbentuk pemandian air panas alami yang berbentuk kolam tujuh tingkat. Dari atas, pemandanngannya sama kubangan air di bebatuan, amatlah indah.

Berlokasi di Desa Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, medan perjalanan menuju Tapian Puti bisa dibilang cukup menantang, gara-gara kudu tenaga ekstra untuk mendaki.

Konon katanya daerah ini dulu merupakan daerah pemandian yang biasa digunakan oleh tujuh putri khayangan. Masyarakat setempat yakin bahwa ke tujuh putri selanjutnya mandi di masing-masing tujuh tingkatan kolam tersebut. Itulah sebabnya kenapa daerah ini dinamakan Tapian Puti yang bermakna pemandian para putri.

6. Air Terjun Nyarai

Air Terjun Nyarai – atau Lubuk Nyarai sebut penduduk setempat, berlokasi di Hutan Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung.

Trekking menembus hutan hingga menyeberangi sungai menjadi keliru satu cara mencapai air terjun kecil beserta kolamnya yang jernih.

Saat musim panas, kolam bakal berwarna kehijauan. Sementara selagi musim hujan, kolam bakal keruh.

Air Terjun Nyarai punyai ketinggian delapan meter. Selain berenang, banyak juga yang datang untuk memancing di kolamnya.